MANAGEMEN DALAM MEDIA PERS


                                    
                                               
A.    Mengapa fungsi managemen perlu diterapkan di dalam media pers?
Pada dasarnya, managemen erat kaitannya dengan organisasi. Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerja sama dalam struktur dan koordinasi tertentu dalam mencapai serangakaian tujuan tertentu. Sekumpulan orang atau kelompok yang memiliki tujuan tertentu dan berupaya untuk mewujudkan tujuannya melalui kerjasama. Bagaimana keseluruhan sumber daya dikelola melalui kerjasama orang-orang yang berbeda sehingga tujuan organisasi tercapai. Disinilah pentingnya mangemen.
Perusahaan media massa baik cetak dan elektronik pada prinsipnya merupakan industri yang bergerak di dalam bidang informasi. Sebagai industri, maka sama halnya dengan industri-industri di bidang lain, media massa baik cetak maupun elektronik haruslah dikelola sesuai dengan asas-asas managemen yang umum. Untuk mengelola media massa terlebih dahulu mahasiswa harus paham bahwa dalam management terdapat unsur-unsur atau komponen-komponen yang membuanya menjadi suatu proses yang bersifat mengatur dan mengontrol unsur tersebut seperti :
Perencanaan : memutuskan apa yang harus terjadi dimasa depan ( hari ini, minggu depan, bulan depan, tahun depan, setelah lima tahun, dsb.) dan membuat rencana untuk dilaksanakan. Dalam perencanaan ada proses seperti 1). Pemilihan atau penetapan tujuan dari organisasi, dan 2). Penentuan strategi, kebijaksanaan, proyek, program, prosedur, metode, anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.  
Planning : yang dimaksud dengan planing disini, menurut pengalaman penulis yang pernah menjadi Branch Manager ”Ad Info Magazine”, sebuah media berita komunikasi di Bogor, adalah rencana awal atau tujuan membuat sebuah media massa haruslah jelas terlebih dahulu. Ada pepatah “Gagal merencanakan, sama dengan merencanakan gagal”. Dari tahapan planing inilah, oleh tim yang membidangi lahirnya sebuah media massa. Merumuskan visi-misi media massa tersebut. Misalnya mencakup format media massa. Yang dimaksud format, jika media cetak apakah berbentuk koran, majalah, tabloit, newsletter atau jurnal.[1]
Pengorganisasian membuat penggunaan maksimal dari sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan rencana dengan baik. Organizing berarti menciptakan suatu struktur organisasi dengan bagian-bagian yang terintergrasi sedemikian rupa sehingga hubungan antar bagian-bagian tersebut satu sama lain dipengaruhi oleh hubungan mereka dengan keseluruhan struktur tersebut.
Pengendalian monitoting memantau kemajuan rencana, yang mungkin membutuhkan perubahan tergantung apa yang terjadi. Controling adalah proses pengawasan performa perusahaan untuk memastikan bahwa jalannya perusahaan sesuai dengan renccana yang telah ditetapkan.
B.     Identifikasikan struktur dalam media cetak dan TV, lalu analisislah bagaimana jobdesknya?
MEDIA CETAK
1.      Pimpinan Umum bertugas sebagai pemimpin media dan sekaligus direktur utama yang mengendalikan media tersebut,
2.      Pimpinan Perusahaan bertugas mengelola dan memimpin urusan perusahaan diluar keredaksian, yang terdiri dari Manager Promosi, Manager PSDM, Manager Keuangan, Manager Iklan, Manager Sirkulasi dan Manager Umum,
3.      Pimpinan Redaksi bertugas memberi arahan redaksional, memimpin rapat redaksi, menulis tajuk rencana, dan lain-lain,
4.      Wakil Pimpinan Redaksi  bertugas mewakili atau mengantikan Pimred apabila berhalangan, mengurus perkembangan produk, mengurus interaksi keredaksian dengan pihak lain, dan lain-lain,
5.      Dewan Redaksi bertugas memberikan masukan kebijakan redaksional, memberi saran mengenai liputan, dan lain-lain,
6.      Redaktur Pelaksana bertugas  mengendalikan seluruh isi berita, memimpin rapat perencanaan berita dengan kepala Desk dan kepala Biro, dan lain-lain,
7.      Sekretaris Redaksi bertugas melaksanakan kesekretariatan Departemen Redaksi, mengerjakan tugas khusus Pimred atau Wpimred,
8.      Manager Liputan bertugas memimpin dan mengoordinir koordinator liputan dalam memimpin para reporter meliput berita
9.      Koordinator Liputan bertugas mengkoordinir dan mengarahkan jalannya liputan, mulai dari tokoh dan tempat peliputan dilakukan,
10.  Reporter atau wartawan bertugas melakukan tugas-tugas liputan, melaporkan hasil liputan pada kepala Desk/ kepala Biro,
TELEVISI
a.       Komisaris merupakan orang yang mengepalai seluruh direktur, dan ia bertanggungjawab atas semua kegiatan produksi hingga disiarkan.
b.      Direktur Utama merupakan orang yang mengepalai dua direktur bidang yaitu Direktur Program & Produksi dan Direktur Keuangan. Bertanggungjawab atas hasil kerja dari direktur-direktur tersebut.
c.       Direktur Program dan Produksi merupakan oraang yang mengepalai beberapa divisi dan bertanggungjawab atas segala kegiatan mengenai pembuatan konten, produksi hingga penyiaran.
d.      Direkturr Keuangan merupakan orang yang bertanggungjawab atas keluar masuknya keuangan serta mengelola finansial perusahaan televisi tersebut seperti pengaturan gaji karyawan.
e.       Devisi Program berperan dalam pengelolaan seluruh program, dari pengadaan materi hingga pengaturan jam tayang.
f.       Devisi Pemberitaan berperan dalam produksi dan distribusi program berita. Devisi ini membawahi departemen peliputan, produksi, program khusus, dan website.
g.      Devisi Produksi berperan dalam produksi dan distribusi konten selain berita, yg bersifat hiburan seperti talkshow, vaerity show ataupun drama.
h.      Devisi Teknik berperan dalam pengelolaan fasilitas teknik penyiaran dari perencanaan hingga perawatan seluruh alat teknik.
i.        Devisi Pemasaran berperan dalam pengelolaan pemasaran slot-slot komersial, dari perencanaan hingga pemasangan iklan dilayar kaca.
j.        Devisi Keuangan berperan dalam pengelolaan dan pemeriksaan keuangan perusahaan.
k.      Devisi HRD berperan dalam rekruitmen, pemberdayaan, dan pengelolaan administrasi sumber daya manusia.[2]
C.     Mengapa iklan dinyatakan penting dalam sebuah kehidupan pers? Jelaskan relevansi pentingnya iklan dalam menunjang kehidupan pers di Indonedia?
Dalam bukunya Ekonomi Media menyebutkan bahwa iklan memang merupakan sumber pendapatan utama hampir seluruh media, baik itu media cetak ataupun elektronik. Hampir seluruh sisi kehidupan manusia saat ini tidak lepas dari pengaruh berbagai iklan yang ditampilkan oleh berbagai media.
      Melihat peluang tersebut, membuat perusahaan surat kabar berlomba untuk mendapatkan pemasang iklan sebanyak mungkin. Namun pada saat ini jumlah perusahaan surat kaba bukan hanya satu atau dua saja melaainkan banyak sekali sehingga persaingan bisnis pun terjadi. begitu juga dengan Harian JogloSemar.
      Demi tujuan menarik minat pemasang iklan, Harian JogloSemar tidak setengah-setengah dalam melayani pelanggan. Berbagai promo pun ditawarkan, tak hanya itu pemberian hadiah yang besar pun tak menjadi masalah. Karena padatnya persaingan antara perusahaan surat kabar untuk menarik minat pemasang iklan yang akan menjadi faktor kelangsungan hidup suatu perusahaan surat kabar, strategi diterapkan agar para calon pemasang iklan tertarik dan kelangsungan hidup perusahaan dapat dipertahankan.[3]

D.    Mengapa media pers cenderung memiliki angle yang berbeda dalam mengemas berita?
Suatu masalah memiliki berbagai aspek. Tetapi tidak semua aspek menarik bagi pembaca, atau tidak semua pembaca menyukai semua aspek. Juga tidak semua aspek sesuai degan politik keredaksian suatu surat kabar. Ada surat kabar yang memilih aspek tertentu sebagai titik tolak penulisan berita, sedang surat kabar lain memilih aspek lainnya. Pemilihan aspek ini akan mempengaruhi citra suatu surat kabar dimata pembacanya.[4]
a.    Penentuan angle berita
Wartawan memiliki kebebasan dalam menentukan angle berita, sesuai dengan “Ideologi Jurnalisme” yang dianut dan “Kadar Keimanan”. Namun, angle berita lebih banyak dikendalikan, dipengaruhi, atau ditentukan oleh kebijakan redaksi (Editorial Policy) media tempat wartawan bekerja. Pengertian praktis kebijakan redaksi adalah rambu-rambu managemen media tentang berita yang boleh dan tidak boleh dipublikasikan. Media pro-pemerintah akan mencari angle yang menaikan citra pemerintah. Media oposisi akan mencari sisi negatif yang cenderung menjatuhkan citra rezim.
b.    Penulisan Judul dan Lead
Angle berita menentukan judul dan teras berita. Judul biasanya merupakan ringkasan lead dan lead merupakan ringkasan tubuh atau isi berita. Misalnya polisi tangkap pencuri. Dalam konteks angle berita, dalam contoh berita diatas, angle beritanya adalah “Keberhasilan polisi menangkap pencuri”. Jika news angle nya diubah, menjadi partisipasi warga, maka judul dan leadnya juga akan berubah, misalnya warga bantu polisi tangkap pencuri. Lebih jauh, jika news angle nya fokus pada proses penangkapan. Peristiwanya sama, namun karena perbedaan news angle, konten dan pesan beritanya akan berbeda.[5]

E.     Paparkan mengapa konvergensi media penting untuk dilakukan media pers?
Konvergensi pada umumnya berarti persimpangan media lama dan baru. Hanry Jenkins menyatakan bahwa konvergensi adalah “Aliran kontens di platform beberapa media kerjasama antara industri beberapa media, dan perilaku migrasi khalayak media. Konvergensi media terjadi dengan melihat bagaimana individu berinteraksi dengan orang lain pada tingkat sosial dan menggunakan berbagai platform media untuk menciptakan pengalaman baru, bentuk-bentuk baru media dan konten yang menghubungkan kita secara sosial, dan tidak hanya kepada konsumen lain, tetapi untuk para produsen perusahaan media.
Pendorong konvergensi media
1.      Perubahan perilaku konsumen. Pada tahun 2009 penerbitan sebuah surat kabar media di Amerika Serikat “The Boston Globe” menunggu nasib untuk ditutup atau diteruskan oleh investor baru. Performa koran yang sudah berusia 137 tahun itu terus merosot karna perubahan perilaku konsumen membaca berita.
2.      Tahun 2009 di Amerika Serikat merosotnya sirkulasi dan pendapatan dari iklan juga memaksa surat kabar “Tribune Co” memutuskan hubungan kerja 61 orang dari 205 tim berita The Baltimore Sun.
3.      Harga bahan baku koran semakin mahal.[6](Wahid Saputro)









DAFTAR PUSTAKA
Id.wikipedia.org/KonvergensiMedia-wikipediabahasaindonesia
http//catatankeciltatha.blogspot.co..id/StrukturOrganisasiStatiunTelevisi.html
Jurnalpertekkom.blogspot.co.id/KaidahManagemenuntukMengelolaMedia
BukuModul. ProgramPelatihanCalonWartawanSKHSolopos.LP3 YOGYA
Eprints.ums.ac.id/30627/4/BAB_1.pdf


[1] Jurnalpertekkom.blogspot.co.id/KaidahManagemenuntukMengelolaMedia/2017/05/01, 20:35
[2] http//catatankeciltatha.blogspot.co..id/StrukturOrganisasiStatiunTelevisi.html/2017/05/01,21.07
[3] Eprints.ums.ac.id/30627/4/BAB_1.pdf
[4] Bukumodul. ProgramPelatihanCalonWartawanSKHSolopos.LP3 YOGYA
[6] Id.wikipedia.org/KonvergensiMedia-wikipediabahasaindonesia/2017/05/01, 21:30

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW FILM SPOTLIGHT

RESENSI BUKU KUMPULAN ESAI “REPUBLIK KEN AROK”

PORSI MBENTOYONG BIKIN KENYANG