BATERAI PONSEL BERTENAGA NUKLIR
Kalau kita mendengar kata “nuklir” apa yang terlintas dalam
pikiran ? bom atom ? radiasi yang mematikan ? atau hal – hal yang mengeriakn
lainnya ?
Selama ini dampak negatif dan musibah yang ditimbulkan dari
nuklir memang mengerikan. Sebut saja bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima –
Nagasaki pada Perang Dunia ke II, kebocoran radiasi di Fukushima Jepang mapun
kebocoran radiasi di Chernobyl Rusia. Ribuan orang terkena dampak radiasi baik
secara langsung maupun yang menyebabkan kecacatan.
Sebenarnya apa toh nuklir itu ? Teknologi nuklir adalah
teknologi yang melibatkan reaksi dari inti atom. Teknologi nuklir dapat
ditemukan pada berbagai aplikasi, dari yang sederhana seperti detector asap
hingga sesuatu yang besar seperti reaktor nuklir.
Teknologi nuklir mempunyai manfaat yang luar biasa disamping
memiliki bahaya yang cukup tinggi. Selain digunakan dalam dunia medis,
pembangkit listrik dan kapal selam teknologi nuklir bisa juga diterapkan dalam
ponsel sebagai baterai.
Teknologi nuklir jika diterapkan dalam baterai ponsel
tenaganya sungguh mengagumkan. Baterai ponsel bertenaga nuklir mampu bertahan
lima tahun sekali charge. “Dengan
menggunakan teknologi nuklir penggunaan
baterai ponsel pun bisa dihemat hingga lima tahun sekali isi,” kata
Direktur Utama PT Industri Nuklir Indonesia (Inuki) Persero, Yudiutomo
Ismarjdoko.
Baterai smartphone saat
ini rata – rata hanya bertahan satu hari atau kurang dari itu, nah dengan
teknologi nuklir ini bisa memberikan daya yang luar biasa. Kalau baterai
bertenaga nuklir diaplikasikan ke yang kita punya pasti kita bakalan lupa
dimana menyimpan charger, karena menggunakannya lima tahun sekali, bener ngga
sob ?
Namun keamanan teknologi ini masih menjadi kontroversi
Djarot S Wisnubroto, kepada BATAN (Badan Tenaga Atom Nasional) mengemukakan
bahwa untuk penggunaan di smartphone harus dipikirkan bagaimana jika terjadi
kebocoran, sedangkan jika mengantisipasi kebocoran harus menggunakan shield atau pelindung yang bener – bener
aman, dan ini akan menjadi ukuran ponsel menjadi besar. (Vivin Erlina Putri)
[Sumber : Majalah
smarten, Edisi 39, September 2015]
Komentar